Ketua APSI Tegaskan Penimbun Ratusan Motor Bodong di Pati Bukan Satpam

GUA | Jakarta—Baru-baru ini, Polisi menggerebek gudang penyimpanan ratusan kendaraan tanpa surat resmi alias bodong di Kabupaten Pati. Sembilan orang ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ini. Diantaranya adalah petugas keamanan gudang. Beberapa media menyebut sebagai Satpam.

“Dari hasil pemeriksaan, ada 9 tersangka yang kita amankan,” kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi dalam konferensi pers di lokasi gudang penggerebekan, Jumat (28/5/2021).

Kesembilan tersangka kini sudah diamankan di Mapolres Pati untuk penyelidikan lebih lanjut. Termasuk barang bukti 360 unit sepeda motor dan mobil.

Menyikapi pemberitaan yang beredar di beberapa media online, bahwa diantara pelaku adalah petugas satpam, maka Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) melakukan pengecekan apakah benar pelaku adalah satpam atau hanya petugas keamanan.

Ketua Umum APSI, Azis Said mengatakan, media atau masyarakat hendaknya tidak dengan mudah menyebut petugas keamanan yang menjaga area tertentu dengan sebutan Satpam. Pasalnya satpam sekarang sudah menjadi Profesi dan memiliki aturan hingga bisa disebut sebagai satpam.

Dalam Perpol No 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa bahwa Pamswakarsa itu ada tiga macam, yaitu satuan pengamanan (Satpam), satuan keamanan lingkungan (Satkamling) dan Pranata sosial. “Masyarakat jangan latah langsung bilang Satpam, lebih baik bilang petugas keamanan. Karena ini masih terbawa kebiasaan yang lalu,” jelasnya kepada Jurnal Security, Sabtu (29/05).

Untuk menjadi Satpam, seseorang itu harus direkrut sesuai ketentuan Polri, mengikuti Pelatihan Satpam, memiliki kartu tanda anggota (KTA) dan memiliki status ketenagakerjaan karena bekerja di Perusahaan.

Petugas keamanan, itu bisa saja Satpam, Satkamling atau Pranata sosial. Atau juga bisa anggota sekuriti, meski kata anggota sekuriti dalam Perpol No 4 tahun 2020 tidak dikenal. “Karena kalau menyebut Anggota sekuriti malah tidak apa-apa karena dia bisa juga petugas keamanan tapi belum tentu Satpam,” jelasnya.

“Kejadian yang terjadi di Pati ini adalah bukan Satpam, sudah dicek oleh Polda setempat, dia hanya petugas keamanan saja,” tegasnya. [Adm]

Comments ( 0 )

Leave your comment